Breaking News

Pembangunan SLB Dikomplek UPT Wilayah 3 Pekon Sebarus Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat Kurang maksimal Dalam Pengerjaannya, Tampak Ada Kemiringan Dan Keretakan di Awal Pembangunan.

 


Liwa- Pengerjaan Sekolah Luar Biasa(SLB) Yang dibangun oleh pemerintah pusat di kompleks lingkungan UPT wilayah 3 dipekon sebarus kecamatan balik bukit kabupaten Lampung Barat diduga berkualitas kurang baik, mengingat pantawan di lokasi pembangunan banyaknya keretakan dalam pengecoran Tiang dan pemasangan pembatas selup bata yang ada, mengingat sekolah tersebut sebagai sekolah bagi mareka yang ada kekurangan dan keterbelakangan, artinya sekolah  SLB Tersebut banyak kekuatiran, hal tersebut diungkapkan Warga sekitar lokasi pembangunan kepada pihak media di wilayah lampung barat pada hari minggu 24-8-2025.


"Kami sebagai masyarakat sekitar lokasi pembangunan infrastruktur sekolah luar biasa (SLB) pekon sebarus kecamatan balik bukit kabupaten Lampung Barat merasa kuatir atas pengerjaan Yang kurang maksimal dan tidak mengutamakan kualitas, mengingat dari awal pembangunan infrastruktur Yang tanahnya masih labil ditopang pondasi kurang maksimal  Kedalamnya, terlihat dalam pemasangan tiang tampak miring, dan antara pemasangan tiang dan bata banyak menimbulkan keretakan"

Lanjut dia, mareka mintak pihak konsultan dan pihak dinas pendidikan Provinsi Lampung untuk mengecek kelokasi, agar pengerjaan nya berkualitas, bukan asal asalan hingga  menghawatirkan bagi penguna sekolah tersebut. 


Ketua persatuan wartawan Republik Indonesia (PWRI) Lampung barat menambahkan, kalau benar ada kemiringan dalam pembangunan Gedung tersebut agar pihak dinas pendidikan Provinsi Lampung untuk menghentikan sementara dan dibuat ulang agar lebih kokoh, mengingat anggaran sekolah SLB tersebut sangat besar, jangan dibangun asal jadi aja, pihak pelaksana mengejar keuntungan Yang besar, tidak mengutamakan kualitas ke gedung tersebut. 

"Kalau benar-benar ada dugaan kemiringan dan keretakan dari awal pembangunan, agar pihak pelaksana menghentikan, mengingat sekolah SLB tersebut untuk anak-anak yang punya keterbelakangan, seharusnya pihak pelaksana pembangunan infrastruktur mengutamakan kualitas pengerjaan "

Dia berharap pihak dinas pendidikan Provinsi Lampung untuk turun ke lokasi pembangunan, agar di awasi, dan pihak konsultan untuk mengawasi kinerja pelaksana, agar pekerjaannya berkualitas, mengingat sekolah SLB tersebut dari anggaran pemerintah pusat dan satu-satunya di Lampung.(red) 

Tidak ada komentar